Selamat Datang di SahamKita.com

Selamat datang di SahamKita.com

SahamKita.com menyediakan segala informasi seputar saham. Tujuan kami adalah membantu masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat mengenai seluk beluk investasi saham di Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian semua dapat saling memperkaya diri dengan pengetahuan akan investasi saham yang pada akhirnya mampu mengembangkan kemakmuran seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan akan mengalami periode Booming.

SahamKita.com secara periodik akan menyediakan materi – materi pembahasan yang akan membantu investor/ calon investor untuk lebih mengenal seluk beluk investasi saham

Semoga keberadaan SahamKita.com mampu menambah pengetahuan, mengembangkan wawasan, dan meningkatkan kualitas Investor/ Calon Investor saham Indonesia.

Terima kasih & semoga selalu bermanfaat.

 

Saham Kita | Investasi Saham | Analisa Saham | Belajar Saham


Ekonomi Indonesia: Antara Obat Maag, Kedele, Rupiah, Pemerintah, & Indonesia

Antara Obat Maag, Kedele, Rupiah, Pemerintah, & Indonesia

Jika fisik kita kurang sehat, perut merasa sakit melilit, apa yang kita bayangkan? Sakit Maag mungkin. Apa yang kita lakukan? Minum obat maag. Jika masih sakit, apa yang dilakukan? Terus minum obat maag hingga sembuh. Dan akhirnya kita sembuh. Suatu saat kita sakit perut lagi, apa yang kita lakukan? Tentu minum obat maag lagi bukan? Karena terbukti obat maag dapat menyelesaikan masalah yang kita alami. Setuju? Hal ini dilakukan bertahun – tahun ketika kita mengalami sakit perut. Jadi, masalahnya adalah: Sakit Perut. Solusinya adalah: Obat maag.

Namun, sakit perut itu sebenarnya masalah atau gejala? Masalah adalah akar penyebab terjadinya sakit / tidak sehat. Gejala adalah efek yang timbul akibat badan kita tidak sehat. Apa jadinya jika sakit perut itu hanya gejala, sedangkan masalah utamanya adalah munculnya bibit kanker di dalam usus kita (misalnya, amit – amit ya)? Tanpa disadari, sudah berapa lama kita abaikan masalah yang kita salah kira itu?

Mengapa orang memilih minum obat maag dan tidak memilih untuk pergi ke dokter? Alasannya: Cepat, murah, dan mudahJ Keputuhan hanya didasarkan kepraktisan bukan? Sekarang jaman instan Bung!

Analogi inilah yang terjadi di dalam perekonomian Indonesia. Contoh: Kedelai. Siapa yang tidak tahu bahwa kedelai (continue reading…)

1 Comment more...

Perekonomian Indonesia 2014

Dear All,

Kami berkesempatan menghadiri acara yang diadakan oleh Komunitas Pemerhati Pasar Modal pada minggu lalu dengan narasumber antara lain: Bpk. Anton H. Gunawan (Chief Economist Bank Danamon Indonesia),  Bpk. Elvyn G. Massasya (Direktur Utama Jamsostek), Bpk. Arief Wana (Managing Partner – Ashmore Indonesia), Bpk. M. Alfatih, Cfte (Head of Technical Analyst Samuel Securities), dan Bpk. Edwin Sebayang, CSA (Head of Research MNC Securities).

Topik acara kali ini adalah: ‘THE  BIGGEST  IDEA TO PREPARE ENTERING THE NEW EQUILIBRIUM MARKET ‘ (How the central bank and financial services authorithy ensuring financial market anticipating our political year & US tapering on 2014)

Kami melihat beberapa hal yang menarik & dan penting yang dapat digunakan menjadi panduan investasi tahun 2014. Ada 4 hal yang menjadi fokus antara lain:

1. Nilai Tukar Rupiah – US Dollar

2. QE / Tapering Amerika

3. Neraca Perdagangan

4. Politik

 

Berikut adalah poin – poin pembahasan:

Mereka memperkirakan tahun 2014 perekonomian digolongkan ‘Cautiously Optimistic’. Peluang tumbuh tetap terbuka, tetapi banyak tantangan yang harus dihadapi.

1. Tapering hampir pasti terjadi. Langkah tapering akan diambil ketika perekonomian Amerika membaik. Salah satu indikatornya adalah jika tingkat pengangguran turun kebawah level 7%. saat ini berada di level 7.2%.

2. Rata – rata perekonomian negara maju akan membaik. Tidak ada yang salah dengan perbaikan ekonomi dunia bukan? Semua khawatir jika (continue reading…)


Memperkirakan Potensi Pergerakan IHSG Akhir Tahun

Dear all,

Tidak lama lagi tahun 2013 akan segera berakhir. Sepanjang tahun ini IHSG hanya tumbuh 4.49% (hingga akhir Oktober 2013). Kontras dengan kinerja pertengahan tahun 2013 dimana IHSG sempat mencapai rekor tertinggi 5250 dengan pertumbuhan hingga 21%

Menjelang akhir tahun selalu memunculkan pertanyaan, di level berapakah IHSG akan ditutup? Berapa target IHSG untuk akhir tahun? Apakah penurunan pada bulan November ini menjadi momen tepat untuk melakukan pembelian hingga akhir tahun?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas ada baiknya kita lihat tabel perubahan bulanan IHSG dalam 5 tahun terakhir di bawah ini:

Grafik Perubahan Bulanan IHSG

Tabel di atas menunjukkan perubahan bulanan IHSG dari tahun 2009 hingga tahun 2013. Dua bulan terakhir 2013 tidak ada data karena belum dilalui. Dari tabel di atas terlihat setiap tahun rata – rata ada 3 – 4 bulan yang mengalami penurunan.

Selalu terjadi kenaikan pada bulan Maret, April, dan Desember. Pada bulan Agustus dan November terlihat lebih sering terjadi penurunan daripada kenaikan. Jadi penurunan yang terjadi pada bulan November 2013 ini tergolong siklikal dan (continue reading…)


Bulan Puasa Segera Tiba, Haruskah Khawatir?

Dear All,

Jika pada akhir Mei 2012 IHSG ditutup di level 3832, pada akhir bulan Mei tahun ini IHSG berhasil ditutup di level 5068 atau meningkat sebesar 32.25%. Ini menandakan tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia berada pada level optimis dan lebih baik daripada tahun sebelumnya.Saat ini memang terjadi koreksi akibat kondisi pasar global maupun kebijakan dalam negeri. Hal yang menjadi focus selanjutnya adalah bulan Puasa. Kurang dari 1 bulan lagi kita akan memasuki bulan puasa. Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan siklus pergerakan IHSG sepanjang bulan puasa dari tahun ke tahun sebagai panduan dalam menetapkan strategi di bulan Juli mendatang.

Menjelang bulan Puasa yang diperkirakan akan dimulai pada 8 Juli 2013, banyak pelaku pasar yang mulai menahan diri untuk melakukan transaksi. Diawali oleh posisi IHSG yang sudah sempat mencapai level tertinggi 5250, kenaikan BBM, serta terjadinya penurunan yang cukup tajam pada bulan Juni. Rangkaian peristiwa yang terjadi semakin mendorong pelaku pasar untuk ‘Wait & See’.

Dari tahun ke tahun, bulan puasa identik dengan ‘sepi transaksi’ yang ditandai dengan menurunnya volume transaksi harian. Investor menahan diri untuk melakukan transaksi selama periode tersebut untuk menghindari risiko penurunan karena persepsi negatif akibat volume transaksi yang ‘sepi’. Apakah benar setiap bulan puasa volume perdagangan BEI selalu mengalami penurunan?

Berikut kami sajikan data historis 6 (enam) tahun terakhir mengenai volume transaksi harian BEI (bulan biasa dan puasa) yang dibandingkan dengan pertumbuhan IHSG:

IHSG Bulan Puasa-Tabel-13-06-24

Dari tabel di atas terlihat bahwa 4 dari 6 tahun terakhir volume transaksi di bulan puasa lebih rendah daripada rata – rata (continue reading…)


Rekening Efek Anda Telah Aktif. Selamat Berinvestasi!

“Selamat siang pak, rekening saham bapak sudah aktif. Bapak sudah bisa memulai transaksi jual beli saham” Biasanya ini konfirmasi pertama kali ketika rekening sekuritas anda aktif. Hati senang, karena anda dapat segera memulai pembelian. Yesss, now I am an investor!

Saham apa yang anda beli pertama kali? Dulu saham pertama yang saya beli ketika tahun 2004 adalah PLAS. Ya, benar…PLAS. Anda tidak salah baca:p Alhasil uang saya langsung ke-Flush. Hahaha

Biasanya ini alasan dibalik pembelian saham perdana kita:

  1. Lagi ramai di running trade, artinya volume tinggi
  2. Lagi naik tinggi belasan persen, berasumsi besok akan lanjut naik
  3. Lagi turun dalam, diperkirakan akan rebound
  4. Rekomendasi dari broker anda
  5. Baca – baca berita sebuah emiten
  6. Kesukaan terhadap perusahaan yang anda kenal
  7. Analisa (Fundamental atau teknikal)
  8. Dll

Nah, point 1 – 3 biasanya dialami olah pengguna online trading. Point 4 – 6  sering dialami semua orang. Point 7 jarang dilakukan. Ada indikasi mindset pemain baru bahwa mencari uang di pasar saham itu gampang. Setiap hari yang (continue reading…)


Modal Dasar Belajar di Pasar Saham: Proaktif + 4M

Apa yang terjadi jika anda malu bertanya? Sesat dijalan bukan? Bagaimana jika bertanya ke orang yang salah? Tersesat juga. Hal ini menjadi hal yang umum dialami oleh trader & calon investor di pasar saham.

Tidak ada satu orangpun yang memulai sesuatu yang baru menjadi langsung bisa, apalagi menjadi ahli dalam sekejap. Semua butuh proses bukan? Nah proses inilah yang paling penting, apakah dalam proses pembelajaran anda pro-aktif atau tidak. Jika anda pro-aktif, selanjutnya apakah anda telah menemukan ‘Partner’ yang tepat? Teman yang tepat? Advisor yang tepat? Referensi yang tepat? Banyak orang yang dapat anda temui, tetapi pastikan anda tahu seberapa bernilainya rekan anda tersebut. Jika iming – iming untung gede, biasanya ‘value’-nya kebalikannya:)

Oke, saat ini saya tidak membahas bagaimana menilai orang, tapi bagaimana anda belajar untuk belajar. Ada 4M dalam prinsip pembelajaran anda yakni Motif, Mentor, Modal, dan Manajemen. Mari kita mulai satu demi satu:

(continue reading…)


Klasifikasi Investor BEI: Ritel & Institusi

Banyak rekan  – rekan yang sering mengatakan: Ayo rame – rame beli, biar harga sahamnya naik. Apakah harganya naik? Mengapa demikian? Mungkin artikel di bawah ini bisa memberikan jawaban dari sudut pandang berbeda.

Ada 2 klasifikasi investor di BEI. Apa itu? Mereka adalah nasabah ritel & nasabah institusi. Nasabah ritel mewakili individu / orang perorangan, sedangkan institusi mewakili perusahaan, baik perusahaan yang bergerak di bidang investasi, pengelolaan dana, ataupun perusahaan yang berinvestasi di saham.

Sebelum berbicara lebih lanjut, anda perlu tahu bahwa dari kedua tipe investor di atas, dibagi lagi menjadi investor lokal & asing. Investor lokal adalah individu ataupun institusi yang berasal dari Indonesia. Investor asing berasal dari luar negeri.

Bagaimana peta kekuatan mereka? Pada artikel ini sebagian besar data kami ambil dari harian Kontan 17 Desember 2012 yang ditulis oleh bapak Budi Frensidy.

GaleriSaham.com Asing vs lokal

Nah, kembali ke topik investor ritel & institusi, berikut kami jabarkan ‘peta’-nya :

GaleriSaham.com ritel institusi

Jumlah investor institusi diperkirakan mencapai 9300 badan. Jika dibandingkan rekening efek BEI yang mencapai 400.000 rekening, maka porsi institusi hanya sebesar 2,325% saja. Apakah istilah: ‘Ayo rame – rame beli, biar harga sahamnya naik’ bisa diterapkan? Coba lihat di bawah ini

(continue reading…)


Krisis 2008 Empat Tahun Lalu & Pemulihannya Saat Ini

Krisis 2008 sudah 4 tahun berlalu. Sempat terbesit di kepala ketika itu, akankah krisis ekonomi tahun 1997 – 1998 kembali terulang? Pemikiran ini pasti pertama kali terbesit di kepala orang – orang yang berprofesi di pasar finansial, termasuk para investor. Siapa yang tidak takut, dana asing ditarik besar – besaran dari Indonesia, tersebar berita – PHK masal di seluruh dunia, perusahaan – perusahaan finansial asing berskala besar di Indonesia pun tidak sedikit yang melakukan PHK. Siapa yang tidak gemetar melihat kondisi itu? Seorang teman bekerja di sebuah investment banking menelpon, ‘hai, ini hari terakhir saya bekerja di sini, di singapura. See you in a better time’. Esok harinya, seorang teman menelpon dari perusahaan yang sama, ‘Hi, ini giliran saya. semoga karirmu lancar disana’. Seorang teman bercerita, koleganya di kantor dipanggil meeting, lalu tidak pernah kembali lagi ke meja. Siang hari semua barang – barang di meja kerjanya dirapikan dan dikirim via kurir ke rumahnya.

Apa yang ada di pikiran anda jika mengalami hal demikian? Tentu rasanya krisis 1997 – 1998 sebentar lagi akan terulang. Wah, coba bayangkan, dulu ketika 1997 harga rumah anjlok tidak rasional, orang yang punya uang dan berani membeli bisa berpeluang menjadi orang kaya dalam beberapa tahun kedepan. Kali ini harga saham di BEI yang anjlok tidak karuan. Beranikah beli? Sudah mempersiapkan tabungan yang banyak, adakah yang lenyap ditelan kasus Century? Ataukah uangnya lenyap ditelah perusahaan sekuritas yang saat itu tidak mampu mengelola manajemen ketika krisis?

Ya, jika dibayangkan kembali, memang saat itu orang yang ‘sial’ akan benar – benar ‘sial’ tertimpa tangga. Orang yang beruntung akan (continue reading…)


Cutloss Saham

“A loss is not a loss until you sell.” This is very dangerous. If traders keep their losing trades, they lose more than just money on one particular trade. They lose focus and the ability to pick other trades. In such situations, traders are nervous and often angry. The losing trade sucks all the energy out of them…

“Kerugian belum dianggap rugi jika belum dijual”. Konsep ini sangat amat berbahaya. Jika nilai investasi terus menurun walau belum dijual,Investor akan kehilangan bukan saja uang dalam satu saham tersebut. Mereka akan kehilangan fokus dan kemampuan untuk memilih saham bagus lainnya. Dalam kondisi demikian, seringkali investor menjadi panik dan emosional. Investasi yang menurun mampu menguras energi yang besar.


Studi Kasus Analisa Teknikal (BSDE)

Note: Artikel ini kami sadur dari website GaleriSaham.com

Walaupun tidak masuk dalam radar investasi kami, pergerakan BSDE (610) hari Kamis 25 Feb ’10 lalu sangat menarik perhatian. Diberitakan bahwa saham BSDE dilepas ke investor strategis 23% dibawah harga penutupan sebelumnya (Baca: Placement BSDE). Berita ini keluar cukup mendadak tanpa tercium oleh investor. Alhasil BSDE ditutup turun -22% dari hari sebelumnya.

Ada teman yang mengeluh, “Waduh, gara – gara berita beginian nih saham jadi berantakan”. Pertanyaannya adalah, apakah berita fundamental mampu “mengacaukan” aspek teknikal (dalam hal ini analisa teknikal) yang sedang berjalan?  Sementara jawaban kita bisa iya, bisa tidak. Jika melihat kembali konsep dasar analisa teknikal, disebutkan bahwa segala hal yang berkaitan dengan suatu saham (berita, kegiatan korporasi, sentimen, laporan keuangan, dsb) telah tercermin di harga pasarnya. Kalangan akademis sering menyebutnya dengan istilah ‘Efficient Market Theory / Hypothesis’ (teori pasar efisien). Konsep dasar ini pada intinya menjelaskan bahwa segala hal yang  muncul telah direfleksikan oleh harga saham. Jadi, jika kembali ditanya, apakah aspek fundamental mampu “mengacaukan” aspek teknikal yang telah terbentuk, jawaban yang paling tepat adalah aspek fundamental dan teknikal saling membentuk harga. Kedua hal tersebut berjalan beriringan dan tidak ada yang saling mengacaukan.

Kembali ke BSDE, jika kita jeli (memantau saham ini), ternyata pada hari kamis 24-1-2010 BSDE menunjukkan sinyal “waspada” dimana tutup di 780 dan membentuk pola Head & Shoulder (HnS) dengan harga terendah hari itu 740 yang telah menembus support pola HnS. Sinyal sebelumnya dibentuk pada tanggal 11-02-2010 dimana harga tutup di 800 membreak level support pada uptrendline-nya. Tetapi yang lebih kami tekankan disini adalah pembentukan pola HnS yang menurut pengamatan kami memiliki akurasi 80%. Hanya saja waktu pencapaian target harganya yang berbeda, apakah perlahan atau (continue reading…)


Kenali Diri Anda (Quiz)

Sebelum memulai segala sesuatu, alangkah baiknya kita mengetahui tipe pribadi masing – masing. Sama halnya dalam berinvestasi di pasar modal, khususnya pasar saham, kita sebaiknya mengetahui karakteristik kita. Jangan sampai karena ketidaktahuan ataupun ketidakpedulian kita mengenal karakteristik diri sendiri, bukan untung yang di dapat melainkan buntung. INGAT, tidak sedikit orang yang mengalami kerugian walaupun bursa sedang Bullish.

SahamKita.com mengutip pepatah dari rekan kami di GaleriSaham.com yang dapat membantu anda mengenali karakter anda dalam berinvestasi sebagai berikut:

 

‘If You Know The Enemy & Know Yourself, You Need Not Fear The Results of a Hundred Battles‘ – Sun Tzu –

Pasti banyak dari kita yang pernah mendengar pepatah di atas, jika kita mengetahui dengan jelas siapa lawan dan bagaimana karakter diri kita, maka ratusan pertempuran pun tidak perlu ditakutkan. Sebaiknya kita mengenal karakter diri kita dengan (continue reading…)


Siklus Pembelajaran Investor

Terlepas dari 3 proses analisa di atas, pada kenyataanya seorang investor saham akan melewati beberapa tahapan sebagai berikut:

1. Tahap Gambling:

Mereka tahu perlu melakukan analisa makro, mikro, dan perusahaan. Tetapi karena analisa 3 aspek tersebut tidaklah mudah dan merasa tidak memiliki waktu untuk belajar, orang cenderung memilih jalan singkat. Bagaimana? Mereka trading asal – asal an, yang penting untung. Membeli saham berdasarkan info teman, broker, media, dan lain – lain. Umumnya investor lebih sering rugi daripada untungnya di tahap ini dan jika telat menyadari kesalahannya, ia akan sulit keluar dari lingkaran setan ini. Memiliki mentor yang tepat sangat dianjurkan di awal investasi anda.

2. Tahap Fundamentalist:

Setelah kapok dengan ‘gambling’, akhirnya investor mulai kembali ke prosedur awal, yaitu melakukan analisa fundamental (makro, mikro, dan analisa perusahaan). Masalah yang muncul adalah bahwa tidak semua faktor fundamental bisa menjelaskan pergerakan harga. Perusahaan berfundamental bagus belum tentu harga sahamnya naik dan sebaliknya. Good Company tidak selalu Good Stock Price movement. Bad Company belum tentu Bad Stock Price Movement.

3. Tahap Technicalist:

Pada tahap ini investor mendalami analisa teknikal, umumnya dengan menggunakan grafik harga historis dari sebuah saham. (continue reading…)


Tahapan Dalam Menganalisa Saham

Analisa saham pada dasarnya hampir sama dengan proses menganalisa sebuah perusahaan atau bisnis. Terdapat 3 area yang perlu dianalisa jika kita menganalisa prospek pertumbuhan sebuah bisnis atau perusahaan (Kita melihat prospek untuk melihat masa depan):

1. Analisa Makro Ekonomi:

Sebelum berbicara mengenai perusahan, kita perlu mengetahui bagaimana kondisi perekonomian secara global. Apakah ekonomi global saat ini sedang dalam proses pemulihan akibat krisis, ataukah sedang tumbuh berkembang dengan pesat, berada di puncak pertumbuhan, ataukah dalam sebuah krisis atau resesi. Istilah ini dikenal sebagai Siklus perekonomian / bisnis. Globalisasi mengakibatkan kebijakan sebuah negara akan saling mempengaruhi Negara yang lain. Kita perlu dengan jeli melihat hubungan sebab akibat ini.

2. Analisa Mikro Ekonomi:

Setelah mengetahui kondisi global, kita coba persempit analisa ke dalam negeri. Kita perlu mengetahui bedara dalam tahap (continue reading…)


Kelebihan dan Kekurangan Saham

Kelebihan Investasi Saham:

  1. Memberikan potensi return yang tinggi dan berkesinambungan.
  2. Sangat likuid, saat anda ingin menjualnya, pembeli tersedia. (hal ini dikarenakan Saham memiliki bursa tersendiri yakni Bursa Efek Indonesia yang mempertemukan pihak penjual dan pembeli.)
  3. Tidak memerlukan rekruitmen karyawan baru
  4. Tidak memerlukan perawatan
  5. Tidak perlu membayar pajak selama memilikinya.
  6. Nilai saham dapat dipantau dengan mudah di media – media cetak maupun visual.

Kekurangan Investasi Saham:

  1. Potensi return yang tinggi pada saham kadang juga diiringi potensi rugi yang besar akibat salah pilih saham.
  2. (continue reading…)

Apa Itu Investasi Saham?

Banyak yang bingung apa itu saham. Banyak yang tidak mengerti apa itu surat berharga. Yang diketahui hanyalah kalau saham bisa memberi keuntungan berlipat – lipat ataupun kerugian yang berlipat – lipat pula.

Saham adalah sebuah bukti kepemilikan atas sebuah perusahaan / badan usaha. Jadi, saat anda membeli sebuah saham, maka anda menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut. Karena itulah Saham disebut sebagai surat berharga, karena saham anda me-representasikan kepemilikan anda di perusahaan yang anda miliki / beli.

Bagaimana sebuah saham dapat memberikan keuntungan? Pertanyaan ini sama seperti pertanyaan “Bagaimana sebuah perusahaan memberikan anda keuntungan?”. Perusahaan didirikan untuk memberikan keuntungan kepada pemegang (continue reading…)


Materi Pembahasan SahamKita.com

SahamKita.com akan menyediakan berbagai pembahasan seputar investasi saham Indonesia meliputi:

  1. Pengenalan Investasi Saham
  2. Analisa Makro Ekonomi
  3. Analisa Saham
  4. Analisa Teknikal Saham (Bekerja saham dengan GaleriSaham.com)
  5. Rekomendasi Saham (Bekerja saham dengan GaleriSaham.com dan GaleriSahamPREMIUM)
  6. Studi Kasus
  7. Pendidikan Investasi Saham

SahamKita.com
iDream theme by Templates Next | Powered by WordPress