Archive for January, 2013

Klasifikasi Investor BEI: Ritel & Institusi

Banyak rekan  – rekan yang sering mengatakan: Ayo rame – rame beli, biar harga sahamnya naik. Apakah harganya naik? Mengapa demikian? Mungkin artikel di bawah ini bisa memberikan jawaban dari sudut pandang berbeda.

Ada 2 klasifikasi investor di BEI. Apa itu? Mereka adalah nasabah ritel & nasabah institusi. Nasabah ritel mewakili individu / orang perorangan, sedangkan institusi mewakili perusahaan, baik perusahaan yang bergerak di bidang investasi, pengelolaan dana, ataupun perusahaan yang berinvestasi di saham.

Sebelum berbicara lebih lanjut, anda perlu tahu bahwa dari kedua tipe investor di atas, dibagi lagi menjadi investor lokal & asing. Investor lokal adalah individu ataupun institusi yang berasal dari Indonesia. Investor asing berasal dari luar negeri.

Bagaimana peta kekuatan mereka? Pada artikel ini sebagian besar data kami ambil dari harian Kontan 17 Desember 2012 yang ditulis oleh bapak Budi Frensidy.

GaleriSaham.com Asing vs lokal

Nah, kembali ke topik investor ritel & institusi, berikut kami jabarkan ‘peta’-nya :

GaleriSaham.com ritel institusi

Jumlah investor institusi diperkirakan mencapai 9300 badan. Jika dibandingkan rekening efek BEI yang mencapai 400.000 rekening, maka porsi institusi hanya sebesar 2,325% saja. Apakah istilah: ‘Ayo rame – rame beli, biar harga sahamnya naik’ bisa diterapkan? Coba lihat di bawah ini

(continue reading…)


Krisis 2008 Empat Tahun Lalu & Pemulihannya Saat Ini

Krisis 2008 sudah 4 tahun berlalu. Sempat terbesit di kepala ketika itu, akankah krisis ekonomi tahun 1997 – 1998 kembali terulang? Pemikiran ini pasti pertama kali terbesit di kepala orang – orang yang berprofesi di pasar finansial, termasuk para investor. Siapa yang tidak takut, dana asing ditarik besar – besaran dari Indonesia, tersebar berita – PHK masal di seluruh dunia, perusahaan – perusahaan finansial asing berskala besar di Indonesia pun tidak sedikit yang melakukan PHK. Siapa yang tidak gemetar melihat kondisi itu? Seorang teman bekerja di sebuah investment banking menelpon, ‘hai, ini hari terakhir saya bekerja di sini, di singapura. See you in a better time’. Esok harinya, seorang teman menelpon dari perusahaan yang sama, ‘Hi, ini giliran saya. semoga karirmu lancar disana’. Seorang teman bercerita, koleganya di kantor dipanggil meeting, lalu tidak pernah kembali lagi ke meja. Siang hari semua barang – barang di meja kerjanya dirapikan dan dikirim via kurir ke rumahnya.

Apa yang ada di pikiran anda jika mengalami hal demikian? Tentu rasanya krisis 1997 – 1998 sebentar lagi akan terulang. Wah, coba bayangkan, dulu ketika 1997 harga rumah anjlok tidak rasional, orang yang punya uang dan berani membeli bisa berpeluang menjadi orang kaya dalam beberapa tahun kedepan. Kali ini harga saham di BEI yang anjlok tidak karuan. Beranikah beli? Sudah mempersiapkan tabungan yang banyak, adakah yang lenyap ditelan kasus Century? Ataukah uangnya lenyap ditelah perusahaan sekuritas yang saat itu tidak mampu mengelola manajemen ketika krisis?

Ya, jika dibayangkan kembali, memang saat itu orang yang ‘sial’ akan benar – benar ‘sial’ tertimpa tangga. Orang yang beruntung akan (continue reading…)


SahamKita.com
iDream theme by Templates Next | Powered by WordPress