Studi Kasus Analisa Teknikal (BSDE)

Studi Kasus Analisa Teknikal (BSDE)

Note: Artikel ini kami sadur dari website GaleriSaham.com

Walaupun tidak masuk dalam radar investasi kami, pergerakan BSDE (610) hari Kamis 25 Feb ’10 lalu sangat menarik perhatian. Diberitakan bahwa saham BSDE dilepas ke investor strategis 23% dibawah harga penutupan sebelumnya (Baca: Placement BSDE). Berita ini keluar cukup mendadak tanpa tercium oleh investor. Alhasil BSDE ditutup turun -22% dari hari sebelumnya.

Ada teman yang mengeluh, “Waduh, gara – gara berita beginian nih saham jadi berantakan”. Pertanyaannya adalah, apakah berita fundamental mampu “mengacaukan” aspek teknikal (dalam hal ini analisa teknikal) yang sedang berjalan?  Sementara jawaban kita bisa iya, bisa tidak. Jika melihat kembali konsep dasar analisa teknikal, disebutkan bahwa segala hal yang berkaitan dengan suatu saham (berita, kegiatan korporasi, sentimen, laporan keuangan, dsb) telah tercermin di harga pasarnya. Kalangan akademis sering menyebutnya dengan istilah ‘Efficient Market Theory / Hypothesis’ (teori pasar efisien). Konsep dasar ini pada intinya menjelaskan bahwa segala hal yang  muncul telah direfleksikan oleh harga saham. Jadi, jika kembali ditanya, apakah aspek fundamental mampu “mengacaukan” aspek teknikal yang telah terbentuk, jawaban yang paling tepat adalah aspek fundamental dan teknikal saling membentuk harga. Kedua hal tersebut berjalan beriringan dan tidak ada yang saling mengacaukan.

Kembali ke BSDE, jika kita jeli (memantau saham ini), ternyata pada hari kamis 24-1-2010 BSDE menunjukkan sinyal “waspada” dimana tutup di 780 dan membentuk pola Head & Shoulder (HnS) dengan harga terendah hari itu 740 yang telah menembus support pola HnS. Sinyal sebelumnya dibentuk pada tanggal 11-02-2010 dimana harga tutup di 800 membreak level support pada uptrendline-nya. Tetapi yang lebih kami tekankan disini adalah pembentukan pola HnS yang menurut pengamatan kami memiliki akurasi 80%. Hanya saja waktu pencapaian target harganya yang berbeda, apakah perlahan atau secepat BSDE. Jika berita tersebar perlahan, harga cendurung turun perlahan dan sebaliknya.

Anda dapat melihat artikel kami yang terdahulu mengenai pola HnS di saham INDF: Head & Shoulder, Seberapa Efektif Kah?

BSDE

Sekarang, apakah harga BSDE (610) sudah merupakan harga yang wajar?

1. Harga placement di level 600, artinya harga pasar di 610 kurang lebih sudah merefleksikan kondisi riil.

2. Target penurunan pola Head & Shoulder (HnS) berada pada kisaran 630. Harga penutupan di 610 tidak terpaut terlalu jauh.

3. Jika kita memakai Fibonacci retracement, dengan memperhitungkan kenaikan BSDE sejak level terendah saat krisis dari Rp. 73 per lembar, fibonacci retracement 61% berada pada level 600! Target fibonacci sementara ini telah tercapai.

Dari 3 hal di atas, dimana 1 diantaranya merupakan aspek fundamental, semuanya menunjukkan bahwa harga 600 – 630 merupakan harga yang ‘wajar’ bagi BSDE. Ada berita fundamental, ada indikator yang memberi sinyal ‘waspada’, dan ada indikator yang memperkirakan target penurunan wajar. Sebuah hal yang sangat menarik dimana mampu menunjukkan sinergi dua ‘aliran’ yang saling berseberangan (fundamental dan teknikal). Di artikel ini kami tidak membahas ‘bagaimana pergerakan BSDE selanjutnya’ tetapi sekadar ingin menunjukkan adanya sebuah kompleksitas pasar modal yang mampu disederhanakan oleh “pemahaman” sebuah pola dan pergerakan harga.

Tambahan:

Mungkin anda ingat dan sempat membaca sebelumnya, GaleriSaham sempat membuat analisa teknikal berikut ini:

ITMG Kembali ke Uptrendline, Trading Buy 23 February ’10

UNTR Break Resist, Trading Buy 23 February ’10

ASII Peluang Membuat All Time High 17 February ’10

Ketiga saham tersebut ternyata mampu kembali ke uptrendline-nya disaat kondisi pasar yang kurang kondusif. Ada apa gerangan? Ternyata beberapa hari kemudian muncul berita fundamental yaitu berita kenaikan laba bersih perseroan pada akhir February ’10 (source: Insider Stories)

Low interest & forex gain underpin ITMG

UNTR posts 45% jump in net profit

Astra reaches high record in profit

Terlihat bahwa pergerakan harga saham akan menyesuaikan fundamentalnya, sebaliknya faktor fundamental juga selalu didukung oleh pergerakan harga di pasar.

Kesimpulan:

Artikel ini tidak akan membahas bagaimana harga besok, tetapi bagaimana kita menghadapi market. Artikel ini ingin memberi sedikit gambaran dan wawasan bahwa di dalam pasar modal yang ‘kompleks’ ini, kita dapat membuatnya menjadi lebih simpel / sederhana. Bagaimana? Dengan mempelajari dan memahami pergerakan harga serta tidak lupa membuka mata terhadap informasi yang ada.

“Chart is your friend, always stay ahead the curve”

Leave a Reply