Antara Obat Maag, Kedele, Rupiah, Pemerintah, & Indonesia

Jika fisik kita kurang sehat, perut merasa sakit melilit, apa yang kita bayangkan? Sakit Maag mungkin. Apa yang kita lakukan? Minum obat maag. Jika masih sakit, apa yang dilakukan? Terus minum obat maag hingga sembuh. Dan akhirnya kita sembuh. Suatu saat kita sakit perut lagi, apa yang kita lakukan? Tentu minum obat maag lagi bukan? Karena terbukti obat maag dapat menyelesaikan masalah yang kita alami. Setuju? Hal ini dilakukan bertahun – tahun ketika kita mengalami sakit perut. Jadi, masalahnya adalah: Sakit Perut. Solusinya adalah: Obat maag.

Namun, sakit perut itu sebenarnya masalah atau gejala? Masalah adalah akar penyebab terjadinya sakit / tidak sehat. Gejala adalah efek yang timbul akibat badan kita tidak sehat. Apa jadinya jika sakit perut itu hanya gejala, sedangkan masalah utamanya adalah munculnya bibit kanker di dalam usus kita (misalnya, amit – amit ya)? Tanpa disadari, sudah berapa lama kita abaikan masalah yang kita salah kira itu?

Mengapa orang memilih minum obat maag dan tidak memilih untuk pergi ke dokter? Alasannya: Cepat, murah, dan mudahJ Keputuhan hanya didasarkan kepraktisan bukan? Sekarang jaman instan Bung!

Analogi inilah yang terjadi di dalam perekonomian Indonesia. Contoh: Kedelai. Siapa yang tidak tahu bahwa kedelai (continue reading…)