Analisa Saham

Ekonomi Indonesia: Antara Obat Maag, Kedele, Rupiah, Pemerintah, & Indonesia

Antara Obat Maag, Kedele, Rupiah, Pemerintah, & Indonesia

Jika fisik kita kurang sehat, perut merasa sakit melilit, apa yang kita bayangkan? Sakit Maag mungkin. Apa yang kita lakukan? Minum obat maag. Jika masih sakit, apa yang dilakukan? Terus minum obat maag hingga sembuh. Dan akhirnya kita sembuh. Suatu saat kita sakit perut lagi, apa yang kita lakukan? Tentu minum obat maag lagi bukan? Karena terbukti obat maag dapat menyelesaikan masalah yang kita alami. Setuju? Hal ini dilakukan bertahun – tahun ketika kita mengalami sakit perut. Jadi, masalahnya adalah: Sakit Perut. Solusinya adalah: Obat maag.

Namun, sakit perut itu sebenarnya masalah atau gejala? Masalah adalah akar penyebab terjadinya sakit / tidak sehat. Gejala adalah efek yang timbul akibat badan kita tidak sehat. Apa jadinya jika sakit perut itu hanya gejala, sedangkan masalah utamanya adalah munculnya bibit kanker di dalam usus kita (misalnya, amit – amit ya)? Tanpa disadari, sudah berapa lama kita abaikan masalah yang kita salah kira itu?

Mengapa orang memilih minum obat maag dan tidak memilih untuk pergi ke dokter? Alasannya: Cepat, murah, dan mudahJ Keputuhan hanya didasarkan kepraktisan bukan? Sekarang jaman instan Bung!

Analogi inilah yang terjadi di dalam perekonomian Indonesia. Contoh: Kedelai. Siapa yang tidak tahu bahwa kedelai (continue reading…)


Perekonomian Indonesia 2014

Dear All,

Kami berkesempatan menghadiri acara yang diadakan oleh Komunitas Pemerhati Pasar Modal pada minggu lalu dengan narasumber antara lain: Bpk. Anton H. Gunawan (Chief Economist Bank Danamon Indonesia),  Bpk. Elvyn G. Massasya (Direktur Utama Jamsostek), Bpk. Arief Wana (Managing Partner – Ashmore Indonesia), Bpk. M. Alfatih, Cfte (Head of Technical Analyst Samuel Securities), dan Bpk. Edwin Sebayang, CSA (Head of Research MNC Securities).

Topik acara kali ini adalah: ‘THE  BIGGEST  IDEA TO PREPARE ENTERING THE NEW EQUILIBRIUM MARKET ‘ (How the central bank and financial services authorithy ensuring financial market anticipating our political year & US tapering on 2014)

Kami melihat beberapa hal yang menarik & dan penting yang dapat digunakan menjadi panduan investasi tahun 2014. Ada 4 hal yang menjadi fokus antara lain:

1. Nilai Tukar Rupiah – US Dollar

2. QE / Tapering Amerika

3. Neraca Perdagangan

4. Politik

 

Berikut adalah poin – poin pembahasan:

Mereka memperkirakan tahun 2014 perekonomian digolongkan ‘Cautiously Optimistic’. Peluang tumbuh tetap terbuka, tetapi banyak tantangan yang harus dihadapi.

1. Tapering hampir pasti terjadi. Langkah tapering akan diambil ketika perekonomian Amerika membaik. Salah satu indikatornya adalah jika tingkat pengangguran turun kebawah level 7%. saat ini berada di level 7.2%.

2. Rata – rata perekonomian negara maju akan membaik. Tidak ada yang salah dengan perbaikan ekonomi dunia bukan? Semua khawatir jika (continue reading…)


Memperkirakan Potensi Pergerakan IHSG Akhir Tahun

Dear all,

Tidak lama lagi tahun 2013 akan segera berakhir. Sepanjang tahun ini IHSG hanya tumbuh 4.49% (hingga akhir Oktober 2013). Kontras dengan kinerja pertengahan tahun 2013 dimana IHSG sempat mencapai rekor tertinggi 5250 dengan pertumbuhan hingga 21%

Menjelang akhir tahun selalu memunculkan pertanyaan, di level berapakah IHSG akan ditutup? Berapa target IHSG untuk akhir tahun? Apakah penurunan pada bulan November ini menjadi momen tepat untuk melakukan pembelian hingga akhir tahun?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas ada baiknya kita lihat tabel perubahan bulanan IHSG dalam 5 tahun terakhir di bawah ini:

Grafik Perubahan Bulanan IHSG

Tabel di atas menunjukkan perubahan bulanan IHSG dari tahun 2009 hingga tahun 2013. Dua bulan terakhir 2013 tidak ada data karena belum dilalui. Dari tabel di atas terlihat setiap tahun rata – rata ada 3 – 4 bulan yang mengalami penurunan.

Selalu terjadi kenaikan pada bulan Maret, April, dan Desember. Pada bulan Agustus dan November terlihat lebih sering terjadi penurunan daripada kenaikan. Jadi penurunan yang terjadi pada bulan November 2013 ini tergolong siklikal dan (continue reading…)


Bulan Puasa Segera Tiba, Haruskah Khawatir?

Dear All,

Jika pada akhir Mei 2012 IHSG ditutup di level 3832, pada akhir bulan Mei tahun ini IHSG berhasil ditutup di level 5068 atau meningkat sebesar 32.25%. Ini menandakan tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia berada pada level optimis dan lebih baik daripada tahun sebelumnya.Saat ini memang terjadi koreksi akibat kondisi pasar global maupun kebijakan dalam negeri. Hal yang menjadi focus selanjutnya adalah bulan Puasa. Kurang dari 1 bulan lagi kita akan memasuki bulan puasa. Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan siklus pergerakan IHSG sepanjang bulan puasa dari tahun ke tahun sebagai panduan dalam menetapkan strategi di bulan Juli mendatang.

Menjelang bulan Puasa yang diperkirakan akan dimulai pada 8 Juli 2013, banyak pelaku pasar yang mulai menahan diri untuk melakukan transaksi. Diawali oleh posisi IHSG yang sudah sempat mencapai level tertinggi 5250, kenaikan BBM, serta terjadinya penurunan yang cukup tajam pada bulan Juni. Rangkaian peristiwa yang terjadi semakin mendorong pelaku pasar untuk ‘Wait & See’.

Dari tahun ke tahun, bulan puasa identik dengan ‘sepi transaksi’ yang ditandai dengan menurunnya volume transaksi harian. Investor menahan diri untuk melakukan transaksi selama periode tersebut untuk menghindari risiko penurunan karena persepsi negatif akibat volume transaksi yang ‘sepi’. Apakah benar setiap bulan puasa volume perdagangan BEI selalu mengalami penurunan?

Berikut kami sajikan data historis 6 (enam) tahun terakhir mengenai volume transaksi harian BEI (bulan biasa dan puasa) yang dibandingkan dengan pertumbuhan IHSG:

IHSG Bulan Puasa-Tabel-13-06-24

Dari tabel di atas terlihat bahwa 4 dari 6 tahun terakhir volume transaksi di bulan puasa lebih rendah daripada rata – rata (continue reading…)


Siklus Pembelajaran Investor

Terlepas dari 3 proses analisa di atas, pada kenyataanya seorang investor saham akan melewati beberapa tahapan sebagai berikut:

1. Tahap Gambling:

Mereka tahu perlu melakukan analisa makro, mikro, dan perusahaan. Tetapi karena analisa 3 aspek tersebut tidaklah mudah dan merasa tidak memiliki waktu untuk belajar, orang cenderung memilih jalan singkat. Bagaimana? Mereka trading asal – asal an, yang penting untung. Membeli saham berdasarkan info teman, broker, media, dan lain – lain. Umumnya investor lebih sering rugi daripada untungnya di tahap ini dan jika telat menyadari kesalahannya, ia akan sulit keluar dari lingkaran setan ini. Memiliki mentor yang tepat sangat dianjurkan di awal investasi anda.

2. Tahap Fundamentalist:

Setelah kapok dengan ‘gambling’, akhirnya investor mulai kembali ke prosedur awal, yaitu melakukan analisa fundamental (makro, mikro, dan analisa perusahaan). Masalah yang muncul adalah bahwa tidak semua faktor fundamental bisa menjelaskan pergerakan harga. Perusahaan berfundamental bagus belum tentu harga sahamnya naik dan sebaliknya. Good Company tidak selalu Good Stock Price movement. Bad Company belum tentu Bad Stock Price Movement.

3. Tahap Technicalist:

Pada tahap ini investor mendalami analisa teknikal, umumnya dengan menggunakan grafik harga historis dari sebuah saham. (continue reading…)


Tahapan Dalam Menganalisa Saham

Analisa saham pada dasarnya hampir sama dengan proses menganalisa sebuah perusahaan atau bisnis. Terdapat 3 area yang perlu dianalisa jika kita menganalisa prospek pertumbuhan sebuah bisnis atau perusahaan (Kita melihat prospek untuk melihat masa depan):

1. Analisa Makro Ekonomi:

Sebelum berbicara mengenai perusahan, kita perlu mengetahui bagaimana kondisi perekonomian secara global. Apakah ekonomi global saat ini sedang dalam proses pemulihan akibat krisis, ataukah sedang tumbuh berkembang dengan pesat, berada di puncak pertumbuhan, ataukah dalam sebuah krisis atau resesi. Istilah ini dikenal sebagai Siklus perekonomian / bisnis. Globalisasi mengakibatkan kebijakan sebuah negara akan saling mempengaruhi Negara yang lain. Kita perlu dengan jeli melihat hubungan sebab akibat ini.

2. Analisa Mikro Ekonomi:

Setelah mengetahui kondisi global, kita coba persempit analisa ke dalam negeri. Kita perlu mengetahui bedara dalam tahap (continue reading…)


SahamKita.com
iDream theme by Templates Next | Powered by WordPress